Deteksi dan prevalensi penyakit tubuh inklusi boid (IBD) dalam koleksi boas dan ular sanca menggunakan
tes imunologis, KSE, KSE indonesia , komunitas satwa eksotik , komunitas
satwa eksotik indonesia
+
+
+
+
+
KSE/komunitas satwa eksotik indonesia adalah komunitas
berbasis teknologi kini yaitu digital teknologi dengan memanfaatkan medsos
umumnya dan WA/whatsapp sebagai media pemersatu antar anggota sebuah regional,
perwakilan kota dengan KSE Pusat, dan semua regional dengan KSE pusat.
Sebagai komunitas kekinian dengan “ mengatasi jarak dan keberagaman “ , dimana mengatasi
jarak sudah dibahas diatas, maka tentang keberagaman ini dalam arti apapun
PET/PELIHARAAN anda, bahkan TANPA PET/PELIHARAAN,punya niat gabung, maka
dimanapun anda maka GRUP-GRUP WA terdekat kami siap menerima anda sebagai
bagian keluarga KAMI, KSE INDONESIA
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi : 085805368593/08995557626/081275333440
.
.
.
.
Abstrak
Penyakit tubuh inklusi (IBD) boas dan piton ditandai oleh
akumulasi intracytoplasmic dari protein virus 68 kDa antigenik IBDP, yang lebih
baru dikenal sebagai nucleoprotein (NP) dari reptarenavirus. Sampel darah dari
131 boas dan ular sanca (53 boa constrictors, Boa constrictor; 35 boa pelangi,
Epicrates cenchria; 22 ball python, Python regius; 5 ular sanca karpet, Morelia
spilota; 6 python Burma, Python bivittatus; 4 boa Jamaika, Epicrates subflavus;
; 5 anaconda, Eunectes spp ;; dan 1 python pohon hijau, Morelia viridis)
diperoleh dari 28 koleksi di AS.
Diagnosis IBD pada awalnya dibuat dengan mengidentifikasi badan
inklusi intracytoplasmic eosinofilik dalam hematoklin dan eosin (HE) film darah
bernoda dan terisolasi sel darah putih perifer (PWBC). Prevalensi keseluruhan
IBD pada ular studi adalah 25/131 atau 19% (95% CI = 12,4%, 25,8%) dengan boa
constrictors lebih sering terinfeksi (22/53 atau 41,5%; 95% CI = 28,2%, 54,8% )
dibandingkan spesies lain dalam penelitian ini. Dari 22 konstriksi boa positif
IBD, 87% sehat secara klinis, 13% memiliki berbagai tanda penyakit kronis, dan
tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda penyakit sistem saraf pusat.
Menggunakan antibodi anti-NP monoklonal yang divalidasi, NP
dikonfirmasi dalam PWBC yang diisolasi dengan pewarnaan imunohistokimia dan
Western blots. Kehadiran reptarenavirus dalam sampel darah dari 27 boa
constrictors dan tiga boa pelangi juga dinilai oleh PCR. Di antara boa
constrictors, perjanjian yang sangat baik ditunjukkan antara pengamatan badan
inklusi (dengan pewarnaan HE) dan keberadaan NP (oleh imunohistokimia, kappa =
0,92; dan Western blots, kappa = 0,89), atau keberadaan reptarenavirus (oleh
PCR) ; kappa = 0,92).
Selanjutnya dan selengkapnya :