sifat subklinis IBD/inclusion body
disease/penyakit tubuh inklusi/wobbling
, KSE, KSE indonesia , komunitas satwa eksotik , komunitas
satwa eksotik indonesia
+
+
+
+
+
KSE/komunitas satwa eksotik indonesia adalah komunitas
berbasis teknologi kini yaitu digital teknologi dengan memanfaatkan medsos
umumnya dan WA/whatsapp sebagai media pemersatu antar anggota sebuah regional,
perwakilan kota dengan KSE Pusat, dan semua regional dengan KSE pusat.
Sebagai komunitas kekinian dengan “ mengatasi jarak dan keberagaman “ , dimana mengatasi
jarak sudah dibahas diatas, maka tentang keberagaman ini dalam arti apapun
PET/PELIHARAAN anda, bahkan TANPA PET/PELIHARAAN,punya niat gabung, maka
dimanapun anda maka GRUP-GRUP WA terdekat kami siap menerima anda sebagai
bagian keluarga KAMI, KSE INDONESIA
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi :
085805368593/08995557626/081275333440
.
.
.
.
Tes baru dan pemahaman yang lebih baik tentang infeksi mematikan pada boas
dan ular sanca
Tanggal:
16 Desember 2016
Sumber:
Yayasan Hewan Morris
Ringkasan:
Sebuah studi baru menyoroti penyakit tubuh inklusi, dan dapat membantu tim
perawatan hewan melindungi kesehatan populasi ular besar mereka dengan lebih
baik.
Penyakit tubuh inklusi adalah infeksi virus kronis yang serius pada ular
dan dapat menghancurkan populasi reptil captive. Sekarang, sebuah penelitian
yang baru diterbitkan di The Veterinary Journal menyoroti penyakit ini, dan
dapat membantu tim perawatan hewan melindungi kesehatan populasi ular besar
mereka dengan lebih baik. Penelitian ini sebagian didanai oleh hibah dari
Morris Animal Foundation.
Ditemukan pada kedua spesies boa constrictor dan python, tanda-tanda
penyakit tubuh inklusi (IBD) mungkin termasuk regurgitasi kronis atau kronis,
tremor kepala, penumpahan/sheding abnormal, anoreksia, lubang hidung tersumbat,
dan pneumonia. Penyakit ini dapat dengan cepat berkembang menjadi tanda-tanda
sistem saraf, seperti disorientasi, corkscrewing/sumbat pada kepala dan leher,
memegang kepala/holding the head dalam posisi abnormal dan tidak alami,
berguling ke belakang atau melihat bintang/stargazing.
Strategi terkini untuk pengendalian IBD mencakup identifikasi dan isolasi
ular yang terkena, tetapi membuat diagnosis pasti IBD pada hewan yang hidup
dapat menjadi tantangan. Ular yang terinfeksi dapat terus makan dan berperilaku normal, dan dapat
menginfeksi ular lain sebelum mengembangkan tanda-tanda klinis penyakit dan
penyakit kronis. Prevalensi penyakit IBD sub-klinis dan infeksi pada ular
sebelum penelitian ini tidak dipahami dengan baik.
"Selain mengembangkan tes diagnostik untuk IBD, temuan utama dalam penelitian
ini adalah sifat subklinis IBD," kata Dr. Elliott Jacobson, salah satu
penulis makalah dan anggota fakultas di College of Veterinary Medicine,
University of Florida. "Banyak konstriksi boa yang tampaknya sehat tidak
hanya memiliki reptarenavirus, yang dianggap sebagai agen penyebab, tetapi juga
memiliki IBD subklinis."
Para peneliti di University of Florida, bekerja sama dengan Colorado State
University dan University of California, San Francisco, berusaha memahami
prevalensi penyakit pada populasi ular captive dengan menggunakan teknik pewarnaan sel
imunohistokimia rutin dan khusus. Tim peneliti menguji 131 ular dan menentukan
bahwa 19 persen populasi penelitian mereka menderita penyakit tubuh inklusi.
Pada ular yang positif IBD, 87 persen sehat secara klinis.
Sampel darah dari subset ular ini juga diuji
menggunakan reaksi berantai polimerase. Teknik pewarnaan rutin dan khusus
menunjukkan ada kesepakatan yang baik antara kehadiran reptarenavirus dalam sel
darah, dan menjadi IBD-positif.
Untuk manajer koleksi reptil besar, mengetahui bahwa
ular yang terinfeksi bisa tanpa gejala adalah penting untuk perawatan dan
kesejahteraan seluruh koleksi. IBD adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan
dan dapat menyebabkan penyakit yang signifikan pada hewan yang terinfeksi.
Memahami tingkat prevalensi, serta memiliki tes diagnostik yang andal, sangat
penting untuk pelestarian, pengelolaan dan kesejahteraan hewan-hewan ini. Hasil
dari penelitian ini dapat menginformasikan strategi manajemen pengumpulan ular
untuk mengurangi IBD, dan membantu tim dokter hewan menjaga kesehatan hewan
dalam perawatan mereka.
Story Source:
Journal Reference:
1.
L. Chang, D. Fu, M.D. Stenglein, J.A. Hernandez, J.L. DeRisi, E.R.
Jacobson. Detection and prevalence of boid
inclusion body disease in collections of boas and pythons using immunological
assays. The Veterinary Journal, 2016; 218: 13
DOI: 10.1016/j.tvjl.2016.10.006