Pages - Menu

Minggu, 12 Mei 2019

subset ular ini diuji menggunakan reaksi berantai polimerase untuk IBD/inclusion body disease/penyakit tubuh inklusi/wobbling , KSE, KSE indonesia , komunitas satwa eksotik , komunitas satwa eksotik indonesia



subset ular ini diuji menggunakan reaksi berantai polimerase untuk IBD/inclusion body disease/penyakit tubuh inklusi/wobbling
, KSE, KSE indonesia , komunitas satwa eksotik , komunitas satwa eksotik indonesia

+
+
+
+
+
KSE/komunitas satwa eksotik indonesia adalah komunitas berbasis teknologi kini yaitu digital teknologi dengan memanfaatkan medsos umumnya dan WA/whatsapp sebagai media pemersatu antar anggota sebuah regional, perwakilan kota dengan KSE Pusat, dan semua regional dengan KSE pusat.
Sebagai komunitas kekinian dengan “ mengatasi  jarak dan keberagaman “ , dimana mengatasi jarak sudah dibahas diatas, maka tentang keberagaman ini dalam arti apapun PET/PELIHARAAN anda, bahkan TANPA PET/PELIHARAAN,punya niat gabung, maka dimanapun anda maka GRUP-GRUP WA terdekat kami siap menerima anda sebagai bagian keluarga KAMI, KSE INDONESIA


Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Gabung : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi : 085805368593/08995557626/081275333440
Undang untuk pameran/edukasi : 085805368593/08995557626/081275333440

.
.
.
.
Tes baru dan pemahaman yang lebih baik tentang infeksi mematikan pada boas dan ular sanca
Tanggal:
16 Desember 2016
Sumber:
Yayasan Hewan Morris
Ringkasan:
Sebuah studi baru menyoroti penyakit tubuh inklusi, dan dapat membantu tim perawatan hewan melindungi kesehatan populasi ular besar mereka dengan lebih baik.
Penyakit tubuh inklusi adalah infeksi virus kronis yang serius pada ular dan dapat menghancurkan populasi reptil captive. Sekarang, sebuah penelitian yang baru diterbitkan di The Veterinary Journal menyoroti penyakit ini, dan dapat membantu tim perawatan hewan melindungi kesehatan populasi ular besar mereka dengan lebih baik. Penelitian ini sebagian didanai oleh hibah dari Morris Animal Foundation.
Ditemukan pada kedua spesies boa constrictor dan python, tanda-tanda penyakit tubuh inklusi (IBD) mungkin termasuk regurgitasi kronis atau kronis, tremor kepala, penumpahan/sheding  abnormal, anoreksia, lubang hidung tersumbat, dan pneumonia. Penyakit ini dapat dengan cepat berkembang menjadi tanda-tanda sistem saraf, seperti disorientasi, corkscrewing/sumbat pada kepala dan leher, memegang kepala/holding the head dalam posisi abnormal dan tidak alami, berguling ke belakang atau melihat bintang/stargazing.
Strategi terkini untuk pengendalian IBD mencakup identifikasi dan isolasi ular yang terkena, tetapi membuat diagnosis pasti IBD pada hewan yang hidup dapat menjadi tantangan. Ular yang terinfeksi dapat terus  makan dan berperilaku normal, dan dapat menginfeksi ular lain sebelum mengembangkan tanda-tanda klinis penyakit dan penyakit kronis. Prevalensi penyakit IBD sub-klinis dan infeksi pada ular sebelum penelitian ini tidak dipahami dengan baik.
"Selain mengembangkan tes diagnostik untuk IBD, temuan utama dalam penelitian ini adalah sifat subklinis IBD," kata Dr. Elliott Jacobson, salah satu penulis makalah dan anggota fakultas di College of Veterinary Medicine, University of Florida. "Banyak konstriksi boa yang tampaknya sehat tidak hanya memiliki reptarenavirus, yang dianggap sebagai agen penyebab, tetapi juga memiliki IBD subklinis."
Para peneliti di University of Florida, bekerja sama dengan Colorado State University dan University of California, San Francisco, berusaha memahami prevalensi penyakit pada populasi ular captive  dengan menggunakan teknik pewarnaan sel imunohistokimia rutin dan khusus. Tim peneliti menguji 131 ular dan menentukan bahwa 19 persen populasi penelitian mereka menderita penyakit tubuh inklusi. Pada ular yang positif IBD, 87 persen sehat secara klinis.
Sampel darah dari subset ular ini juga diuji menggunakan reaksi berantai polimerase. Teknik pewarnaan rutin dan khusus menunjukkan ada kesepakatan yang baik antara kehadiran reptarenavirus dalam sel darah, dan menjadi IBD-positif.
Untuk manajer koleksi reptil besar, mengetahui bahwa ular yang terinfeksi bisa tanpa gejala adalah penting untuk perawatan dan kesejahteraan seluruh koleksi. IBD adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan penyakit yang signifikan pada hewan yang terinfeksi. Memahami tingkat prevalensi, serta memiliki tes diagnostik yang andal, sangat penting untuk pelestarian, pengelolaan dan kesejahteraan hewan-hewan ini. Hasil dari penelitian ini dapat menginformasikan strategi manajemen pengumpulan ular untuk mengurangi IBD, dan membantu tim dokter hewan menjaga kesehatan hewan dalam perawatan mereka.
Story Source:
Materials provided by Morris Animal FoundationNote: Content may be edited for style and length.

Journal Reference:
1.    L. Chang, D. Fu, M.D. Stenglein, J.A. Hernandez, J.L. DeRisi, E.R. Jacobson. Detection and prevalence of boid inclusion body disease in collections of boas and pythons using immunological assaysThe Veterinary Journal, 2016; 218: 13 DOI: 10.1016/j.tvjl.2016.10.006